Tradisi Ngobeng sebagai Media Pendidikan Nilai Sosial-Keagamaan pada Masyarakat Melayu Palembang
DOI:
https://doi.org/10.62387/ep.v2i2.457Keywords:
The Ngobeng Tradition; Values Education; Local Wisdom; the Malay Community of Palembang; Social and Religious AspectsAbstract
Tradisi Ngobeng merupakan praktik penyajian makanan secara komunal yang telah lama berakar dalam kehidupan masyarakat Melayu Palembang dan menyimpan kekayaan nilai sosial-keagamaan yang belum sepenuhnya dikaji secara sistematis dalam perspektif pendidikan. Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang mengancam keberlangsungan kearifan lokal, pengkajian tradisi ini menjadi semakin mendesak sebagai upaya pelestarian sekaligus optimalisasi potensi edukatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai sosial-keagamaan yang terkandung dalam tradisi Ngobeng serta mengkaji fungsinya sebagai media pendidikan nilai pada masyarakat Melayu Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain etnografi, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pemuka agama, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngobeng mengandung nilai-nilai sosial meliputi gotong royong, solidaritas komunal, penghormatan, kesetaraan sosial, dan silaturahmi, serta nilai-nilai keagamaan berupa syukur, keikhlasan, sedekah sosial, dan moderasi beragama. Nilai-nilai tersebut ditransmisikan melalui mekanisme partisipasi langsung yang bersifat experiential kepada seluruh anggota komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ngobeng berfungsi sebagai media pendidikan nilai yang holistik dan kontekstual, yang berpotensi menjadi model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam sistem pendidikan Islam kontemporer di Indonesia.











